This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Selasa, Februari 14, 2012
Satu Fase Terberat
Ketika
cap DU resmi terpampang di KTMku beberapa waktu yang lalu, rasanya belum ikhlas
aku yang seimut ini (iya,,soalnya aku kan emang imut -à narsiisst hihiii) sudah memasuki tahap akhir masa kuliah
ini. Aku yang masuk kuliah di th 2008 lalu memang tepat 4 th pada pertengahan
tahun ini. Dan jelas bayang2 lulus tentu membayangiku saat ini, tidur tak
tenang makan pun tak enak kalo ingat yang namanya “SKRIPSI” jalan2 dengan teman
untuk menghilangkan bosan ketika harus bergelut dengan banyak jurnal penelitian
dan skripsi kakak tingkat terkadang hanya sesaat saja,, ibarat kalo lagi sakit
gigi pas si bungsu tumbuh rasanya akan cenut2 lagi ketika ingat satu hal itu. Baiklah
kita tinggalkan urusan sakit gigi itu (nah lo!!) 4 tahun lalu, ya! Tepatnya pertengahan
tahun 2008 aku masih ingat betul ospek maba jamanku saat itu! Momok ospek yang
menyeramkan dimata anak cupu SMA semacam aku saat itu “Cukup” membuatku agak
takut! Ospek yang digelar 3hari itu dimulai jam 5 PAGI dan pulang jam 5 SORE! Bayangkan
deh! 12 jam di kampus di ospek sama kakak tingkat yg saat itu semua pasang
wajah galaknya (padahal aku kudu ngguyu juga saat itu hihiii) Bosan, bosan, dan
bosan!! Tentu saja 12 jam dikampus tentu cukup membosankan bagiku! Apalagi ketika
ada materi ruangnya!dan blm nnti kl ad tugas sehabis ospek langsung dicari dan dikerjakan
tugas yang sangat ANEH karena mesti tugasnya dibikin nyeleneh! Pas SMA waktu
tidur bisa 8 jam sehari,, lha ini?? Mungkin cm 3 jam sehari,,,Hufffttt capeknyaaaaa,,
“rasanya ingin segera berkhir ospekku ini”, keluhku saat itu!
Pas
MABA dulu aku sekamar dg mbak angkatan 2007, dia bilang “udahlah dev! Jalani aj
ospeknya! Wes ta lah ntar kamu pasti kangen di ospek lagi”, iya deh mbak! Jawabku
saat itu. Sekali lagi, aku ingat betul kata2 mbak kosku saat itu. Dan hari yang
ditunggu2 pun tiba hari terkhir ospek hari terakhir penyiksaan dikampus
kusambut dengan suka cita!!
3hari
kemudiannya awal perkuliahan dimulai, aku sangat bersemangat menyambut hari
pertamaku sebagai seorang MAHAsiswa, yang menurut pikiranku saat SMA lebih enak
daripada menjadi seorang pelajar SMA!!
Kuliahpun
kujalani dengan perasaan nano-nano, ya betul! Ternyata baru sekarang ya
krasanya manfaat dr ospek itu sendiri! Dulu pas masih ospek sehari cm bisa
tidur 3jam an dan itu hanya berlangsung 3 hari, pas kuliah? Hampir tiap hari
tidur cm 3-4 jam. Bergelut dengan paper,makalah,laporan,dll yang kadang bikin
mahasiswa stress dibuatnya termasuk juga aku, inilah beda mahasiswa dengan kita
yang masih sekolah dulu, status mahasiswa benar2 mengedepankan kemandirian! Kita
bertanggung jawab penuh terhadap diri kita sendiri.
Sering kulihat
mbak dan mas tingkat yg pada saat tertentu memakai pakaian hitam putih
bersepatu vantofel dengan dandanan yang necis, saat itu aku masih belum paham
kenapa mereka harus memakai kostum seperti itu dan untuk acara apa! Ternyata dalam
proses perkuliahan mahasiswa yang sudah memasuki tingkat akhir akan melalui
tahap Seminar Proposal-Seminar Hasil-Kompre-Yudisium dan Sarjana (di fakultasku
urutannya demikian). Kupikir tak sepanjanh itu lho tahapnya yang kutahu sebagai
seorang maba hanyalah sidang skripsi saja trus abis gitu lulus deh
hwahahahah,,, “ah,masih lama kok! Tenanglah, kita masih 2 thn an lagi ky gitu??”,
jawabku ketika seorang teman menanyakan kapan bisa seperti itu. Dan selalu,
pertanyaan yang sama terlontar aku selalu menjawab dengan jawaban yang sama “Waktu
masih Lama”. Seminar yang berupa presentasi proposal maupun hasil penelitian
yang dilakukan oleh kakak tingkat kala itu, mereka diuji secara individu dan
menjadi tokoh utama ketika semua orang datang, mendengarkan, memahami dan
berbagi ilmu. “Ah masih lama”, batinku.
Waktu memang
seperti alap2 ya! Cepet,, tak bisa dihentikan lagi!! Rasanya baru kemarin ospek,
kuliah, dan bercerita dengan teman2 tentang keinginan memakai pakaian sama
seperti yg dikenakan kakak tingkatku dulu, dan berdandan necis ala kantoran
gitu,,kikikikikik. Dan sekarang saat yang dulunya aku perbincangkanpun buatku
sudah didepan mata! Menunggu dosen, dikritik, dimarahi, disalahkan, akan
menjadi santapanku kedepannya! Tak bisa menghindar!!tak bisa lari dan tak bisa
mengelak!! Proses terberat sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir yang
menginginkan segera lepas dari dunia kampuspun telah dimulai saat ini. Proses
yang KATANYA penuh dengan emosi dan air mata sudah bisa kuNikmati. Proses yang
memerlukan kesabaran luar biasa, usaha, doa, dan mental yang kuat untuk menghadapi
segala macam bentuk ujian. Saat inilah tanggung jawabmu sebagai seorang
mahasiswa dimulai! Bismillahirrohmanirrohim,, mohon doa dari semua saja y! Semoga
tahun ini aku bisa lulus dan segera meraih cita dan cintaku tahun ini. Amin J J
Untuk
teman2ku angkatan 2008 seperjuangan,, semangat rekkk!! Kita pasti bisaaa J J J J J J J J J J J J
Selasa, Februari 07, 2012
RahasiaNYA hanya DIAlah yang tahu kapan itu datang!!
Innalillahi
wainna illahi rajiun,,beberapa waktu yang lalu keluarga besarku tengah berduka
atas berpulangnya salah satu pakdheku yang berdomisili di Surabaya. Sosok
pakdhe yang menurut pengalamanku sangat keras namun amat sangat menyayangi dan
sangat peduli terhadap keluarganya. Pakdhe semasa hidup, ia tak pernah mengeluh
sedikitpun ketika sedang bekerja bahkan keluar kota sekalipun dalam sehari ia
bisa ke 3 kota sekaligus untuk memenuhi kewajibannya dalam bekerja. Pakdheku
amat pekerja keras, berangkat pagi pulang kerumah selalu larut malam, begitu
terus dalam kesehariannya. Namun meski kegiatannya amat padat ia tak pernah
melupakan untuk bersilaturahmi atau istilah jawanya “nyambangi” kepada keluarga
jauh yang rumahnya tentu diluar kota surabaya, termasuk kerumahku. Terkadang
aku capek sendiri melihat kegiatan pakdhe yg amat padat, sempat berkaca pada
diriku sendiri aku yang masih muda seperti ini tak ada apa2nya dibandingkan
dengan perjuangan pakdheku itu.
Sudah
bisa ditebak,, ketika mendengan kabar “Mendadak” meninggalnya pakdheku
mamakulah salh 1 orang yang paling terpukul pada saat itu,,kabar kuterima saat
itu adalah pukul 10 malam dari mbak sepupuku mengabari kalau pakdheku
nggak ada! Aku sempat marah sama mbakku saat itu, kukira dia bercanda saat itu
ternyata selang beberapa menit kemudian telepon dri Surabaya juga mengabarkan
hal yang sama,, “pakdheku telah tiada”,, Innalillahi wainna illahi rajiun”, aku
blank seketika saat itu, sungguh tak percaya pakdheku yang sehat bugar kini
telah berpulang padaNYA. Beberapa kemudian pula mamaku telpon,, dengan suara
yang gemetaran dan suara tangis yang menjadi mamaku “sekali lagi” meyakinkanku
kalau pakdheku telah meninggal, pada saat mamaku telepon itulah aku menangis
sejadi2nya,, masih mempertanyakan alasanNYA memanggilnya. Keesokan harinya aku
langsung menuju kota pahlawan Surabaya naik bis sepagi mungkin, biar masih bisa
menyaksikan jenazah pakdheku. Ternyata baru sampai Surabaya jam 9 pagi karena
aku juga harus menunggu mbakku sepupu pulang kerja untuk selanjutnya bertolak
ke rumah duka.
Sesampainya
di rumah duka sedikit kecewa juga ternyata jenazah sudah disholatkan di masjid
terdekat yang kemudian siap dimakamkan. Pupus sudah harapanku melihat wajah
almarhum pakdheku untuk terakhir kalinya. Di mobil menuju pemakaman, aku
dan anggota keluargaku yang lain dan ad seorang kerabat pakdheku yang saat itu
semobil bercerita beberapa saat sebelum pakdheku meninggal,, sehabis maghrib
pakdheku sempat mengeluh sakit bagian dadanya! Dan sehabis isya beliau malah
sempat melayat ke salah seorang temannya yang meninggal,, kemudian jam 9 malamnya
pakdheku dipanggil olehNYA,,diduga pakdheku kena serangan jantung! Rasanya tak
percaya! Habis melayat setelah itu dilayat.
Selang
seminggu setelah 7 harian meninggalnya pakdheku, kabar duka juga datang dr
saudara sepupuku,, suaminya dipanggil sang khalik. Perjuangnannya melawan skit
liver yang dideritanya berakhir dengan berpulangnya almarhum padaNYA.
Beristirahlah dengan tenang mas, Alloh ingin membebaskanmu dari segala sakit
yang kau derita agar kau bisa lebih nyaman dan tenang.
Seminggunya
kemudian kerabat nenekku di Ponorogo yang rumahnya juga tak jauh dari rumah
nenekku juga wafat,, Innalillahi wainna illahi rajiun,, Yang terakhir
berita duka juga datang dari temanku SD dulu,, pukul 5an pagi ketika bapakku
jalan2 pagi dan sempat ngajak pak Anwar (Bapaknya temanku SD) untuk jalan2
juga. Masih sempat ngobrol2 dan bercanda2 tak menyangka sama
sekali jam 9 nya beliau dikabarkan meninggal dunia. Sekali lagi
Innalillahi wainnaillahi rajiun semoga amal ibadah beliau dierima Alloh
SWT.Beberapa duka diatas layaknya bisa kita jadikan bahan renungan dan
introspeksi diri,, kematian tak bisa kita tebak kapan datangnya!
sudah
siapkah kita menghadapinya??
sudah
siapkah segala bekal amal dan ibadah kita??
07.23
devissi10


