Selasa, Februari 07, 2012

RahasiaNYA hanya DIAlah yang tahu kapan itu datang!!



Innalillahi wainna illahi rajiun,,beberapa waktu yang lalu keluarga besarku tengah berduka atas berpulangnya salah satu pakdheku yang berdomisili di Surabaya. Sosok pakdhe yang menurut pengalamanku sangat keras namun amat sangat menyayangi dan sangat peduli terhadap keluarganya. Pakdhe semasa hidup, ia tak pernah mengeluh sedikitpun ketika sedang bekerja bahkan keluar kota sekalipun dalam sehari ia bisa ke 3 kota sekaligus untuk memenuhi kewajibannya dalam bekerja. Pakdheku amat pekerja keras, berangkat pagi pulang kerumah selalu larut malam, begitu terus dalam kesehariannya. Namun meski kegiatannya amat padat ia tak pernah melupakan untuk bersilaturahmi atau istilah jawanya “nyambangi” kepada keluarga jauh yang rumahnya tentu diluar kota surabaya, termasuk kerumahku. Terkadang aku capek sendiri melihat kegiatan pakdhe yg amat padat, sempat berkaca pada diriku sendiri aku yang masih muda seperti ini tak ada apa2nya dibandingkan dengan perjuangan pakdheku itu.
Banyak,, bahkan amat banyak kenanganku bersama pakdhe,,sampai kala aku mengingatnya kadang akupun tak kuasa menahan air mataku keluar,,tiap kali bertemu denganku ataupun adikku pakdhe selalu nyangoni aku dan sepertinya hal itu wajib baginya! dan hal itu pasti dilakukannya pada ponakannya yang lain,,ketika keluargaku tertimpa musibah sekitar 2005 lalu dimana pada saat itu kondisi kaluargaku berada pada titik terendah hidup ini pakdhe lah yang pertama kali memberikan uluran tangannya dengan amat ikhlas membantu mencari jalan keluar dan membantu secara moriil dan materiil,,dulu! Iya dulu berdasarkan cerita mamaku! Karena mamaku ini adalah anak bungsu anak yang paling disayang keluarga dan kakak2nya semasa muda dulu amatlah dimanjakan oleh pakdheku,,apapun yang mamaku minta pakdheku selalu berusaha memenuhi,, bahkan ketika pakdheku tak memiliki uang sekalipun pakdheku selalu berusaha entah bagaimana itu untuk memenuhi permintaan mamaku!
Sudah bisa ditebak,, ketika mendengan kabar “Mendadak” meninggalnya pakdheku mamakulah salh 1 orang yang paling terpukul pada saat itu,,kabar kuterima saat itu adalah pukul 10 malam dari mbak sepupuku mengabari kalau pakdheku nggak ada! Aku sempat marah sama mbakku saat itu, kukira dia bercanda saat itu ternyata selang beberapa menit kemudian telepon dri Surabaya juga mengabarkan hal yang sama,, “pakdheku telah tiada”,, Innalillahi wainna illahi rajiun”, aku blank seketika saat itu, sungguh tak percaya pakdheku yang sehat bugar kini telah berpulang padaNYA. Beberapa kemudian pula mamaku telpon,, dengan suara yang gemetaran dan suara tangis yang menjadi mamaku “sekali lagi” meyakinkanku kalau pakdheku telah meninggal, pada saat mamaku telepon itulah aku menangis sejadi2nya,, masih mempertanyakan alasanNYA memanggilnya. Keesokan harinya aku langsung menuju kota pahlawan Surabaya naik bis sepagi mungkin, biar masih bisa menyaksikan jenazah pakdheku. Ternyata baru sampai Surabaya jam 9 pagi karena aku juga harus menunggu mbakku sepupu pulang kerja untuk selanjutnya bertolak ke rumah duka.
Sesampainya di rumah duka sedikit kecewa juga ternyata jenazah sudah disholatkan di masjid terdekat yang kemudian siap dimakamkan. Pupus sudah harapanku melihat wajah  almarhum pakdheku untuk terakhir kalinya. Di mobil menuju pemakaman, aku dan anggota keluargaku yang lain dan ad seorang kerabat pakdheku yang saat itu semobil bercerita beberapa saat sebelum pakdheku meninggal,, sehabis maghrib pakdheku sempat mengeluh sakit bagian dadanya! Dan sehabis isya beliau malah sempat melayat ke salah seorang temannya yang meninggal,, kemudian jam 9 malamnya pakdheku dipanggil olehNYA,,diduga pakdheku kena serangan jantung! Rasanya tak percaya! Habis melayat setelah itu dilayat.
Setelah selesai dimakamkan hanya doa kamilah kini yang bisa kami kirim untukmu Pakdhe! Hanya inilah yang bisa kami berikan untuk segala bentuk kebaikanmu yang terlampau banyak selama ini untukku dan keluargaku pakdhe!! Aku sangat yakin Alloh akan memuliakan tempatmu disana. Beristirahatlah dengan damai pakdhe!
Selang seminggu setelah 7 harian meninggalnya pakdheku, kabar duka juga datang dr saudara sepupuku,, suaminya dipanggil sang khalik. Perjuangnannya melawan skit liver yang dideritanya berakhir dengan berpulangnya almarhum padaNYA. Beristirahlah dengan tenang mas, Alloh ingin membebaskanmu dari segala sakit yang kau derita agar kau bisa lebih nyaman dan tenang. 
Seminggunya kemudian kerabat nenekku di Ponorogo yang rumahnya juga tak jauh dari rumah nenekku juga wafat,, Innalillahi wainna illahi rajiun,, Yang terakhir berita duka juga datang dari temanku SD dulu,, pukul 5an pagi ketika bapakku jalan2 pagi dan sempat ngajak pak Anwar (Bapaknya temanku SD) untuk jalan2 juga. Masih sempat ngobrol2 dan bercanda2 tak menyangka sama sekali jam 9 nya beliau dikabarkan meninggal dunia. Sekali lagi Innalillahi wainnaillahi rajiun semoga amal ibadah beliau dierima Alloh SWT.Beberapa duka diatas layaknya bisa kita jadikan bahan renungan dan introspeksi diri,, kematian tak bisa kita tebak kapan datangnya!
sudah siapkah kita menghadapinya??
sudah siapkah segala bekal amal dan ibadah kita?? 

1 komentar:

Suci Mine mengatakan...

ya Allah...
innalillahi...
kok akhir2 ini aku banyak banget mendengar berita duka ya, enggak di tv dan di blog..

aku doakan semoga mereka berpulang ke tempat yang terbaik di sisi Allah STW...

amin...

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons