Innalillahi
wainna illahi rajiun,,beberapa waktu yang lalu keluarga besarku tengah berduka
atas berpulangnya salah satu pakdheku yang berdomisili di Surabaya. Sosok
pakdhe yang menurut pengalamanku sangat keras namun amat sangat menyayangi dan
sangat peduli terhadap keluarganya. Pakdhe semasa hidup, ia tak pernah mengeluh
sedikitpun ketika sedang bekerja bahkan keluar kota sekalipun dalam sehari ia
bisa ke 3 kota sekaligus untuk memenuhi kewajibannya dalam bekerja. Pakdheku
amat pekerja keras, berangkat pagi pulang kerumah selalu larut malam, begitu
terus dalam kesehariannya. Namun meski kegiatannya amat padat ia tak pernah
melupakan untuk bersilaturahmi atau istilah jawanya “nyambangi” kepada keluarga
jauh yang rumahnya tentu diluar kota surabaya, termasuk kerumahku. Terkadang
aku capek sendiri melihat kegiatan pakdhe yg amat padat, sempat berkaca pada
diriku sendiri aku yang masih muda seperti ini tak ada apa2nya dibandingkan
dengan perjuangan pakdheku itu.
Sudah
bisa ditebak,, ketika mendengan kabar “Mendadak” meninggalnya pakdheku
mamakulah salh 1 orang yang paling terpukul pada saat itu,,kabar kuterima saat
itu adalah pukul 10 malam dari mbak sepupuku mengabari kalau pakdheku
nggak ada! Aku sempat marah sama mbakku saat itu, kukira dia bercanda saat itu
ternyata selang beberapa menit kemudian telepon dri Surabaya juga mengabarkan
hal yang sama,, “pakdheku telah tiada”,, Innalillahi wainna illahi rajiun”, aku
blank seketika saat itu, sungguh tak percaya pakdheku yang sehat bugar kini
telah berpulang padaNYA. Beberapa kemudian pula mamaku telpon,, dengan suara
yang gemetaran dan suara tangis yang menjadi mamaku “sekali lagi” meyakinkanku
kalau pakdheku telah meninggal, pada saat mamaku telepon itulah aku menangis
sejadi2nya,, masih mempertanyakan alasanNYA memanggilnya. Keesokan harinya aku
langsung menuju kota pahlawan Surabaya naik bis sepagi mungkin, biar masih bisa
menyaksikan jenazah pakdheku. Ternyata baru sampai Surabaya jam 9 pagi karena
aku juga harus menunggu mbakku sepupu pulang kerja untuk selanjutnya bertolak
ke rumah duka.
Sesampainya
di rumah duka sedikit kecewa juga ternyata jenazah sudah disholatkan di masjid
terdekat yang kemudian siap dimakamkan. Pupus sudah harapanku melihat wajah
almarhum pakdheku untuk terakhir kalinya. Di mobil menuju pemakaman, aku
dan anggota keluargaku yang lain dan ad seorang kerabat pakdheku yang saat itu
semobil bercerita beberapa saat sebelum pakdheku meninggal,, sehabis maghrib
pakdheku sempat mengeluh sakit bagian dadanya! Dan sehabis isya beliau malah
sempat melayat ke salah seorang temannya yang meninggal,, kemudian jam 9 malamnya
pakdheku dipanggil olehNYA,,diduga pakdheku kena serangan jantung! Rasanya tak
percaya! Habis melayat setelah itu dilayat.
Selang
seminggu setelah 7 harian meninggalnya pakdheku, kabar duka juga datang dr
saudara sepupuku,, suaminya dipanggil sang khalik. Perjuangnannya melawan skit
liver yang dideritanya berakhir dengan berpulangnya almarhum padaNYA.
Beristirahlah dengan tenang mas, Alloh ingin membebaskanmu dari segala sakit
yang kau derita agar kau bisa lebih nyaman dan tenang.
Seminggunya
kemudian kerabat nenekku di Ponorogo yang rumahnya juga tak jauh dari rumah
nenekku juga wafat,, Innalillahi wainna illahi rajiun,, Yang terakhir
berita duka juga datang dari temanku SD dulu,, pukul 5an pagi ketika bapakku
jalan2 pagi dan sempat ngajak pak Anwar (Bapaknya temanku SD) untuk jalan2
juga. Masih sempat ngobrol2 dan bercanda2 tak menyangka sama
sekali jam 9 nya beliau dikabarkan meninggal dunia. Sekali lagi
Innalillahi wainnaillahi rajiun semoga amal ibadah beliau dierima Alloh
SWT.Beberapa duka diatas layaknya bisa kita jadikan bahan renungan dan
introspeksi diri,, kematian tak bisa kita tebak kapan datangnya!
sudah
siapkah kita menghadapinya??
sudah
siapkah segala bekal amal dan ibadah kita??
00.14
devissi10



1 komentar:
ya Allah...
innalillahi...
kok akhir2 ini aku banyak banget mendengar berita duka ya, enggak di tv dan di blog..
aku doakan semoga mereka berpulang ke tempat yang terbaik di sisi Allah STW...
amin...
Posting Komentar